Menghapus Luka
Seperti apapun aku di matamu,ketahuilah bahwa tidak ada kerelaan akan pergimu. Di awal kisah kau pernah bilang kalau kita akan selalu bersama, tetapi kenapa kau malah memilih untuk pergi?.kasih unik dan indah yang kita jalankan di waktu silam kini harus menjadi kisah resah yang aku rasakan. Oh ia,apa kamu masih ingat?,bahwa dulu aku pernah bilang, kalau bahuku adalah tempat yang paling nyaman untukmu bersandar, hatiku adalah rumah yang selalu setia menanti dan memberimu kasih sayang dan telingaku akan selalu mendengar keluhmu. Lalu mengapa kau pergi? Entahlah, ini hanya pertanyaan konyol yang pernah aku tanyakan. Semenjak kau pergi dan memlih bahagia dengan dia di saat itu pula ada hati yang menangis sedih mengiringi langkahmu. Pergi adalah pilihan yang manis bagimu, dan patah hati adalah hal pahit yang pernah aku rasakan. Senyap waktu berjalan, patah hati adalah kawan setia menemaniku sepanjan tahun yang tak menyenangkan ini. Canda dan tawamu yang membuatku merindu, masih...









