Mencintaimu Hanya Dalam Angan
Oleh;Jelo Jehalu.
Hay namaku Rano, saya salah satu mahasiswa di salah satu kampus di kota kupang , di sini saya sebagai mahasisw yang datang dari desa untuk menempuh pendidikan tinggi di kota ini.
Hay namaku Rano, saya salah satu mahasiswa di salah satu kampus di kota kupang , di sini saya sebagai mahasisw yang datang dari desa untuk menempuh pendidikan tinggi di kota ini.
Jujur, suasana desa dengan kota sudah otomatis berbeda, yahhhhh maklumlah kita juga baru masuk kota. Bertemu dengan orang banyak dari latar belakang yanh berebeda adalah hal yang tidak bisa di hindari.
Menemui wanita cantik,manis,imut adalah tipe cewek yang aku suka.
Singkat cerita Di kampusku ada seorang gadis cantik, manis, imut .
pertama kali melihat dia, hatiku seakan memaksaku untuk berkata bahwa dia adalah wanita idamanku, namun apalah daya otakku berkata lain bahwa dia hanyalah salah satu dari seribu bidadari di kampus ini.
Suatu hari tidak sengaja bertemu dengannya di sebuah kantin dekat kampusku, rasa ingin tahu selalu muncul dalam benakku dan paling tidak aku harus berkenalan denganya. Awalnya aku semacam ragu dan merasa bahwa dia tidak mungkin mau berkenalan denganku. Secara dia mungkin orang kota yang tiap hari melihat tampang cowok seperti filem korea. Masa ia mau kenalan degan ku.? Suhutku dalam hati. Di saat yang bersamaan otakku berusaha untuk meyakinkanku dan membawaku kembali mengingat pesan dari rektor kampusku bahwa, di kampus ini tidak ada perbedaan sekalipun, derajat mahasiswa semua sama, kaya/miskin,ganteng/jelek bukan kampus tempatnya untuk menilai.
Kendati demikian akupun mulai tumbu rasa percaya diri dan tanpa basa basi akupun lansung menghampiri si gadis cantik ini dan mengajaknya kenalan, melihat aku mendekatinya dia melemparkan senyuman manis seakan dia adalah dewa yang bisa melihat isi hatiku.
Dia menyapaku dengan suara yang sangat lembut dan berkata. Kamu kenpa kok kelihatannya ragu begitu? Kita kan satu kampus, jadi biasa ajalah.
Ia nih kak (jawabku),aku ragu karena aku baru pertama kali ketemu bidadari. Eeaahhhhh😀 (sedikit PD)
Dia pun menyambut sedikit kata-kata manisku dengan senyuman. Aduhhhh kamu kok bisa ngatain aku bidadari sihhh padahal aku cuman manusia biasa dan lagian masih banyak yang lebih cantik dari aku di kampus ini.( jawabnya).
Akupun tak mau kalah dan semakin PD dngannya, "ia kak mungkin bagi orang lain banyak wanita cantik di kampus ini, tetapi bagiku kamu adalah wanita cantik pertama dan terakhir yang aku lihat di kampus ini "
"Ihhhh kamu bisa aja sih kak"( jawabnya sambil mengelus rambutnya.
Oh ia kak, aku boleh kenalan sama kamu? ( tanyaku padanya),
Owwwwwh ia boleh kak (jwabnya)
Saya Rano, saya dari flores, nama kamu siapa (sambil ku menatap matanya).
Saya aulia kak, saya juga dari flores ,
Berarti kita sama-sama orang flores dong?.
Ia kak padahal asal kita sama.
Setelah di ajak kenalan tanpa ragu dan mengabaikan moment sebagai langkah pertama ini, akupun menggunakan trik generasi milenial untuk lansung minta nomot kontaknya.
Ohhh ia Aulia , aku bisa minta nomor WhatsApp kamu yah?
Ohhhh ia boleh2 (jawabanya seakan dengan senang hati ketika aku meminta kontaknya).
Makasi yaahhh aulia, nanti aku kontak kamu yahhh?.
Ok kak ( jawabnya).
Setelah saya mendapatkan nomornya, rasa bahagia selalu ada dan berharap bahwa hari itu cepat berlalu dan esoknya bisa bertemu lagi dengan aulia.
Malampun tiba, ketika aku duduk di depan kamar kosku seketika menikmati bintang yang menerangi bumi dan di temani dengan rasa rindu,untuk bertemu dengan aulia.
Dalam benakku selalu berfikir bahwa rasa rindu ini harus di obati dan obatnya adalah, berkomunikasi dengan aulia melalu Chat di WhatsAp (WA). ia betul ini adalah langkah bagiku untuk mengobati rasa rinduku untuk Aulia. Lalu ku ambil Hand Phone ku di dalam kamar kos dan mencari nomornya Alulia.
Hyyyy Aulia
Aualia ; Halo rano,
Aku ; kamu lagi buat apa ?
Aulia ; lagi duduk aja nih,. Kamu lagi ngapaian?
Aku ; lagi mikirin kamu aulia hhhhhh,
Aulia ;ih kamu ada2 aja yahhh
Aku ; yahh cuman bercanda doang lahhh. Ohh ia kamu udah makan belum ?
Aulia ; aku sih belum, kamu? (Tanya aulia).
Aku ; aku sih belum makan, cukup aku lihat kamu senyum aku udah kenyang (anjirrr lu pikir lambung bisa di obat pake senyum hahaha; kataku dlam hati).
Aulia ; kamu pintar banget yah gombal
cewek, kamu pasti banyak pacar kan?
Aku; ahhhhhh itu bukan gombal lia, itu realita ,seperti aku kangen kamu😀😀.
Kalau urusan pacar jujur aku belum pernah yang namanya jatuh cinta. ( sedikit terbuka 😀)
Aulia ; masa cowok seganteng kamu belum punya pacar? Aku sih belum percaya, kalau di lihat dari tampang kamu sih , kamu sudah punya pacar
Aku ; kalau tampang sih memang sudah punya pacar, cuman realitanya masih jomblo hhhhh.
Aulia ; ya udahhh aku tidur dulu yahh bsok baru di lanjutin.
Aku ; ok dehhh, mimpi indah yaaahh
Aulia; okk, byyyyy😚
Malampun berlalu ,aku pun masih belum sempat bertanya ke aulia, apakah dia sudah punya paca atau belum. Tetapi kata hatiku meyakinkanku bahwa Alia belum punya pacar. Hari demi hari, karena terlalu optimis dengan keadaan , akupun terlena bahkan berusaha untuk mengajak aulia jadi pacarku, tanpa harus tau terlbeih dahulu.
Tepatnya hari sabtu malam, seperti biasa orang muda pasti menjadikan sabtu malam sebagai moment untuk pacaran. Sejenak aku berfikir, enakya malam minggu ini kayaknya harus jalan-jalan dehh. Melihat pemandangan kota kasih ini pada malam hari. Beranjak dari situ akupun langsung berbegas dan tanpa sengaja aku melihat aulia sedang berduaan dengan seorang cowok di sebuah taman kota.
Akupun mencoba untuk mendekatinya untuk memastikan apakah betul wanita itu adalah aulia, dan ternyata itu adalah aulia.
Rasa cemburu muncul secara tiba-tiba di dalam benakku,
Bagaimana tidak cemburukan? Orang yang kita suka dan berharap untuk jadi pacar tiba-tiba berjalan dengan cowok lain.sakit bukan?.
Setelah aku melihat aulia dengan cowok itu, akupun masih belum percaya kalau itu adalah pacarnya aulia, entah kenapa yah aku selalu yakin dan turut dengan kata hatiku, kalau Aulia belum punya pacar.
Keesokan harinya aku mengajak Aulia untuk bertemu di suatu tempat yang tak jauh dari rumahnya, tanpa menunggu lama akupun memberanikan diri untuk menanyakan soal kejadian malam tadi.
Sesampainya di tempat yang kami janjikan kan, aku langsung bertanya kepada aulia.
Emmm, Auliaaa aku boleh tanya sama kamu?
Aulia; Tanya apa rano?
Aku ;tapi sory sebelumnya yah, tadi malam aku tidak sengaja melihat kamu di taman kota dengam seoranh cowok. Itu pacar kamu yahhh?
Aulia ; ohhhhh itu ? Ia rano itu pacarku, kami jadian baru tadi malam,.emang kenapa ?kamu kok nanya kyak ada sesuatu yang di sembunyikan gitu.
Mendengar hal itu , hatiku serentak hancur tanpa bisa berbuat apa-apa lagi. Namun aku coba bertahan dan kuat di depannya untuk menyembunyikan rasa sakit yang ku miliki.
Aku ; ohhh tidak , aku cuman mau tanya aja sihhh .
Aulia; ok lah kalau kamu tidak apa-apa.
Aku; ohhh ia makasi yah udah mau ketemu , aku pulanh dlu yah, soalnya aku buru-buru
Aulia; kamu buru-buru sih, padahal aku masih mau bercerita dengan kamu.
Mendengar kata-kata itu , dalam hatiku berkata , untuk apa aku masih bertahan bersama orang yang sudah pasti menjadi milik orang lain.
Lain kali aja yahhhh, sampai di kampus aja baru kita ngobrol lagi , ohhh ia selamat yahh kamu udah punya pasangan,
Aulia ; ok dehhh, makasi yahhhh.
Inilah kisahku ,kisah yan baru pertama kali ku alami , tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakitnya mencintai orang yang belum tentu memcintai kita.
Ini di ibaratkan sebua duri, yang mana semakin erat kita memegangnya semakin dalam luka yang kita rasakan, begitu juga dengan hati , semakin dalam kita mencintai pasti akan semakin dalam luka yang kita dapatkan ketika tidak sesuai dengan harapan.
Untuk kawan-kawan ku yang mungkin mengalami kisah yang sama dengan cerpen ini, mari kita budayakan untuk mencintai dan harus di cintai.
Jangan terlalu optimis dengan keadaanmu sekarang, karena kamu akan sakit hati.
Penulis berprinsip bahwa,
" gagal dengan rasa pesimis tidak terlalu sakit tetapi ketika gagal dengan penuh rasa optimis,sakit hatinya pasti dobel."
Akupun mencoba untuk mendekatinya untuk memastikan apakah betul wanita itu adalah aulia, dan ternyata itu adalah aulia.
Rasa cemburu muncul secara tiba-tiba di dalam benakku,
Bagaimana tidak cemburukan? Orang yang kita suka dan berharap untuk jadi pacar tiba-tiba berjalan dengan cowok lain.sakit bukan?.
Setelah aku melihat aulia dengan cowok itu, akupun masih belum percaya kalau itu adalah pacarnya aulia, entah kenapa yah aku selalu yakin dan turut dengan kata hatiku, kalau Aulia belum punya pacar.
Keesokan harinya aku mengajak Aulia untuk bertemu di suatu tempat yang tak jauh dari rumahnya, tanpa menunggu lama akupun memberanikan diri untuk menanyakan soal kejadian malam tadi.
Sesampainya di tempat yang kami janjikan kan, aku langsung bertanya kepada aulia.
Emmm, Auliaaa aku boleh tanya sama kamu?
Aulia; Tanya apa rano?
Aku ;tapi sory sebelumnya yah, tadi malam aku tidak sengaja melihat kamu di taman kota dengam seoranh cowok. Itu pacar kamu yahhh?
Aulia ; ohhhhh itu ? Ia rano itu pacarku, kami jadian baru tadi malam,.emang kenapa ?kamu kok nanya kyak ada sesuatu yang di sembunyikan gitu.
Mendengar hal itu , hatiku serentak hancur tanpa bisa berbuat apa-apa lagi. Namun aku coba bertahan dan kuat di depannya untuk menyembunyikan rasa sakit yang ku miliki.
Aku ; ohhh tidak , aku cuman mau tanya aja sihhh .
Aulia; ok lah kalau kamu tidak apa-apa.
Aku; ohhh ia makasi yah udah mau ketemu , aku pulanh dlu yah, soalnya aku buru-buru
Aulia; kamu buru-buru sih, padahal aku masih mau bercerita dengan kamu.
Mendengar kata-kata itu , dalam hatiku berkata , untuk apa aku masih bertahan bersama orang yang sudah pasti menjadi milik orang lain.
Lain kali aja yahhhh, sampai di kampus aja baru kita ngobrol lagi , ohhh ia selamat yahh kamu udah punya pasangan,
Aulia ; ok dehhh, makasi yahhhh.
Inilah kisahku ,kisah yan baru pertama kali ku alami , tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakitnya mencintai orang yang belum tentu memcintai kita.
Ini di ibaratkan sebua duri, yang mana semakin erat kita memegangnya semakin dalam luka yang kita rasakan, begitu juga dengan hati , semakin dalam kita mencintai pasti akan semakin dalam luka yang kita dapatkan ketika tidak sesuai dengan harapan.
Untuk kawan-kawan ku yang mungkin mengalami kisah yang sama dengan cerpen ini, mari kita budayakan untuk mencintai dan harus di cintai.
Jangan terlalu optimis dengan keadaanmu sekarang, karena kamu akan sakit hati.
Penulis berprinsip bahwa,
" gagal dengan rasa pesimis tidak terlalu sakit tetapi ketika gagal dengan penuh rasa optimis,sakit hatinya pasti dobel."



Komentar
Posting Komentar