Menghapus Luka

Seperti apapun aku di matamu,ketahuilah bahwa tidak ada kerelaan akan pergimu. Di awal kisah kau pernah bilang kalau kita akan selalu bersama, tetapi kenapa kau malah memilih untuk pergi?.kasih unik dan indah yang kita jalankan di waktu silam kini harus menjadi kisah resah  yang aku rasakan. Oh ia,apa kamu masih ingat?,bahwa dulu aku pernah bilang, kalau bahuku adalah tempat yang paling nyaman untukmu bersandar, hatiku adalah rumah yang selalu setia menanti dan memberimu kasih sayang dan telingaku akan selalu mendengar keluhmu. Lalu mengapa kau pergi?
Entahlah, ini hanya pertanyaan konyol yang pernah aku tanyakan. Semenjak kau pergi dan memlih bahagia dengan dia di saat itu pula ada hati yang menangis sedih mengiringi langkahmu. Pergi adalah pilihan yang manis bagimu, dan patah hati adalah hal  pahit yang pernah aku rasakan.
Senyap waktu berjalan, patah hati adalah kawan setia menemaniku sepanjan tahun yang tak menyenangkan ini. Canda dan tawamu yang membuatku merindu, masih saja menghiasi mimpiku. Apa mungkin tuhan sedang mengujiku? Ataukah memang ada rencana yang tidak menyenangkan bagiku?. Sial!! semesta sama sekali tak pernah memberiku tanda akan hadirmu kembali. Dia seakan masa bodoh denganku, tak peduli dengan rasa gelisah yang ku rasakan.
        Suatu sore aku duduk menikmati kopi di sebuah kedai kopi untuk merayakan prihal patah hati yang membuatku sedikit lupa diri. Ini adalah tindakan konyol yang pernah aku lakukan.Bodo amat!. Suasana klasik kedai kopi ini membuat pengungkung merasa asik dan tertarik. Boleh di katakan kedai kopi ini tempat orang-orang duduk berdiskusi,kerja tugas dan lain2. Sektika aku menyeruput kopi,salah seorang sahabatku datang bersama gadis cantik mengenakan baju hitam. Sontak aku kaget melihat orang yg selama ini memilih mati rasa akan cinta,hari ini dia datang dengan kekasihnya. Bravo man!. Kamu hebat. Gumamku dalam hati.
"Eh bro sory agak telat". Sahut Dony
"Aman bro, kraeng juga biasa begitu."Candaku.
"oh ia,kenal ini Astri, gadis cantik dari manggarai." Ujar Dony. Gadis cantik itu hanya tersenyum. Aku merasa,senyuman seperti itu yang aku tunggu selama ini, seakan hari itu langkah untuk mencari keindahan seperti senyuman gadis ini harus berhenti karena dia adalah ujung dari misi mencari keindahanku. Sial itu pacar sahabatku. Sahabat karib yang setianya 11 12 dengan seorang pacar. " Hay kak... Namaku Astry."Ujar gadis itu.
" Hy, aku Rio.".
    Seuasai bertegur sapa, kita mulai berbicara tentang kuliah, kerja tugas,telat bangun bahkan serta banyak hal lainya. Kelihatannya begitu akrab, sekalipun kita beda cerita, tetapi suasanalah yang mambawa kami menjadi akrab.  Duduk berbentuk segitiga, seakan kode dari astry untuk aku dan dony, kode untuk siapa yang lebih dulu pada titik temu. Tapi sayang itu hanya hayalanku, faktanya mereka pacaran.  Di ujung canda hang menghasilkan banyak tawa,Dony bertanya padaku. " Tumben hari ini datang kesini sendiri, kenapa?".  Ah sial, si Dony sepertinya memancingku, dia memang sahabat paling menyebalkan di situasi tertentu. "Anjir ini orang kenapa sampai pura2 tidak tau yah?". Gumamku dalam hati.
" Cari kamu susah bro, kayak jarum patah!".
"Yakin bro!" Sahut Dony.
Sementara astry mulai bingung dengan kami, suasana itu tergambar dari wajahnya, dia mengernyitkan dahinya.
Dari pada lama di tempat ini, lebih baik aku pulang, menghindari sahabat yang kadang menjengkelkan ini. "Sa duluan ke kos bro,ada kerja tugas". Dony hany tersenyum menahan tawa. " ok bro!semangat!".
Aku lalu beranjak pergi,membawa senyum di campur resah.
Untuk Astry ,cukup aku mencintaimu dalam diam, aku sudah bahagia.
Adalah hal yang tidak mungkin ketika aku bisa mendapatkanmu bukan? lebih baik aku menyembunyikan rasa yang meskipun itu duri yang melukai, tetapi untuk seorang sahabat aku akan lakukan itu. Aku akan terus belajar sampai aku pintar untuk menyembunyikan rasa dan aku tetap menjadi orang bodoh yang tak bisa mengungkapkan prihal perasaan. Tidak apa2 rasa ini busuk, tetapi akan menjadi manusia yang lebih busuk ketika aku sebagai penganggu dalam bahagiamu apalagi sahabatku. Aku lalu terdiam menatap langit kamar,sembari mengenduskan asap rokok dan berharap akan ada jawaban dr setiap tanyaku. Ah,lagi-lagi aku seperti orang gila, Gila karena senyuman dari pacar sahabatku. Kenapa sih aku tak pernah menemukan seseorang yang bisa menghapus luka ini?,kenapa di saat aku suka dengan seseorang dan ternyata itu pacar sahabatku? Apa mungkin ini takdir?. Aku tak berhenti bertanya, sialnya dari setiap tanyaku tak pernah satupun yang terjawab. Rasanya aku hanyalah sampah di mata wanita.
Seketika aku terdiam,Dony datang dari arah pintu,dengan wajah bahagia, tak salah tipe orang baru pacaran memang begitu.
"Kraeng kenapa lagi e?".
"Aman ta kes." Jawabku
"Sa liat kraeng galau terus ini ka? Hahah."
"Hahaha aman ta bro, oh ia selamat e bro,akhirnya masa tanpa romantikamu sudah berakhir."
"What?. Maksudnya apa kes." Tanya Dony
"Enu yang tadi,pacarnya kraeng to?".
"Bukan kes, sa punya pacar ka dia punya teman."
Mendengar dia berkata seperti itu,ada rasa lega dalam hati,berharap ini adalah tanda bahwa ada ruang kosong di hati Astry.
"Ohhh,terus kenapa kraeng ajak dia ke situ g?".
" Ae..ta nana cop pand mora galau d kraeng p hahhahaha." Sahut geri
"Oklah kalau memang seperti itu."
"Bagaimana lanjut ko bro?"
" Ok. Dari kamu sa bro, aku sih yes hahah."
"Nanti sa kasi dia pu nomor WhatsApp di kraeng.".

    Ada celah untuk mengapus luka ini, berharap kali ini semesta memberiku jawaban. Malam itu juga, hati yang selalu mengaharapkan secarik cinta untuk menghapus luka meronta-ronta,tak sabar ingin menyapa si gadis cantik titipan indah dari tuhan ini. Awalnya jari terlampau susah untuk memencet layar dan memilih diksi yang menarik. Aku rasa menyapanya membutuhkan diksi terpilih. Lima menit waktuku terbuang hanya bisa menatap profil whasAppnya, dengan penuh rasa. Sungguh dia memang berbeda, nalarku berjalan memaksa untuk terus berkata bahwa saatnya untuk mulai bercerita. 

     Hati yang selama ini hampa bagai rumah tua tanpa penghuni,kini




       

Komentar

Postingan Populer