Nasionalisme Anak Bangsa yang Terkikis.
Penulis; Jelo Jehalu
Perjuangan anak bangsa atau yang di kenal dengan pahlawan dalam memerdekakan bangsa ini adalah awal kisah bangkitnya semangat cinta tanah air atau nasionalisme. Pertumpahan darah, banyaknya korban jiwa dalam pertempuran di medan perang tidak di jadikan alasan oleh mereka untuk mundur dan menyerah tanpa syarat kepada negara penjajah. Menyerah bukanlah tipe seorang pejuang, menyerah hanyalah seorang pecundang. yahhhhh,kira-kira seperti itulah yang nampak dalam pikiran mereka kala itu. Alhasil darah dan air mata, berubah menjadi rasa lega dan bahagia, karena mereka bisa membalik-kan keadaan menjadi merdeka yang hari ini kita nikmati dengan enak tanpa ada rasa ragu akan datangnya penjajah. Kemenangan merdeka tidak lain yaitu karena rasa nasionalisme mereka yang tinggi dan haraga diri yang tidak mau di injaklah ,modal mereka untuk melawan penjajah.
Semangat gotong royong di tengah banyaknya perbedaan, baik suku, agama ,ras, etnis dan lain-lain adalah senjata paling ampuh untuk melawan mereka selain rasa cinta tanah air. Bukan seperti kita sekarang yang terlalu gampang di banting dan mudah di pengaruhi isu SARA, yang mana kemudian segala perbedaan di jadikan sebuah jurang pemisah antar sesama warga negara . Awal yang sangat menyedihkan dan susah karena keterbatasan dalam mengurus negara demi kita sebagai generasi penerus, perlahan hilang dan mulai nampak yang namanya kemajuan terutama tekhnologi. Roda terus berputar dan kini tibalah saatnya kita berada pada jaman yang modern ini, jaman di mana semuanya serba instan. Perubahan inilah yang di namakan globalisasi.
Globalisasi merupakan suatu proses di mana terjadi suatu perkembangan jaman dengan di tandai adanya penemuan teknologi baru yang dapat menunjang aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Loncatan jaman yang begitu cepat memebuat setiap manusia bahkan negara berkompetisi untuk melakukan inovasi ,juga di jaman yang serba canggih ini, inovasi bisa membawa suatu negara ke suatu titik yang mungkin bisa membawa suatu negara ke titik kemajuan, bahkan bisa saja inovasi yang di lakukan oleh negara-negara di dunia adalah salah satu cara untuk mempertahankan eksistensi negaranya.
Amerika misalnya, inovasi baru adalah satu cara untuk bersaing dengan lawanya, terutama secara ekonomi untuk mempertahankan eksistensinya sebgai negara adikuasa.
Hadirnya globalisasi yang kita ketahui adalah kelunakan atau kemudahan kita untuk melakukan aktivitas yang serba instan. Inilah yang kemudian kita banggakan hadirnya inovasi baru sebagai representasi dari globalisasi. Namun mana kala kita berfikir akan efek samping atas ketergantungan kita terhadap teknologi yang semakin hari berkembang secara pesat ini bisa mengikis nialai nasionalisme anak bangsa. Ya itulah yang menjadi pertanyaan untuk kita ketahui dan perlu di implementasikan dalam kehdiupan kita sekarang, agar kemudian hal semacam itu bukan hanya ekspetasi semata. Perkembangan teknologi yang semakin canggih akan mempengaruhi gaya hidup,pola pikir,bahkan bisa merubah akal sehat serta budaya indonesia (sopan santun, gotong royong) yang kemudian gaya hidup konsumerisme yang kita geluti akan mengikis rasa nasionalisme kita akan bangsa ini. Gaya hidup akan menentukan watak kita manusia indonesia. Kita memang tidak bisa mengelak hadirnya jaman yang begitu pesat karena memang itu adalah konsekwensi dari keterbukaan kita akan inovasi baru. Namun yang perlu kita pertimbangkan adalah soal bagaimana dengan pola pikir dan gaya hidup kita yang sangat bergantung dengam hadirnya globalisasi.
Dampak dari globalisasi yang bisa mengikis rasa nasionalisme (cinta tanah air) dari anak bangsa dapat kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kali ini saya mencoba untuk memberikan beberapa contoh yang menurut saya rasa cinta tanah air sudah mulai tumpul dan yang ada hanyalah sebuah gerakan baru (paham Radikalisme) untuk menghancurkan NKRI.
1. Di jaman sekarang pengaruh game terhadap belajar siswa sangat tinggi sekali dan juga berpengaruh terhadap interaksi sosial.
Sebelum adanya game dan alat tekhnologi yang canggih komunikasi atau interaksi sosial berjalan dengan baik, berdiskusi berjalan dengan baik karena tidak sibuk dengan main HP ataupun game. Tetapi sejak adanya game atas hasil dari globalisasi itu, semuanya perlahan mulai berubah. Dulunya yang ketika duduk bersama kita berbicara atau berinteraksi dengan orang lain kita tidak sibuk dengan game, tunduk dengan orang tua ketika di suruh, kini berubah menjadi budak tekhnologi dan tunduk akan perkembangan jaman ini. Tunduk dalam artian tunduk karena main game, HP atau hal lain. Situasi ini juga menurut saya bisa di namakan sebagai generasi tunduk.
Dulu ketika apel bendera merah putih, atau merayakan hari nasional lainya, anak bangsa serius dan memahami serta memaknai betul, tengang apa yang sedang di rayakan, kini semuanya berubah karena yang lain masih sibuk dengan gedged.
Game memang kebutuhan juga, tetapi jangan sampai kita di perbudak dengan tekhnologi.
2. soal kecintaan anak bangsa terhadap produk luar negri, hal itu kita dapat melihat dengan pola hidup kita dengan menikmati gaya budaya luar, makan makanan dari luar, lebih suka menggunakan bahasa asing, karena mungkin pada prinsipnya bisa terlihat keren, gaya pakaian ala barat yang mestinya kita tidak perlu di tiru. Ini semua adalah bentuk pengaruh dari globalisasi itu sendiri.
3. beberapa waktu lalu di kota kupang,media ramai di perbincangkan dengan adanya mahasiswa di kota kupang yang bergabung dalam organisasi Radikal. Ini sudah menunjukan bahwa rasa nasilonalisme anak bangsa sudag hilang. Sejarah bukan lagi panutan untuk memelihara dan menjaga NKRI, melainkan di abaikan karena otak sudah di rasuki dengan adanya pengaruh dari luar diri .
Negara ini mau di bawa kemana? Jika kita sebagai penikmat kemerdekaan mengkianati para pahlawan dengan menganut paham radikal ini. Bukankah tugas kita menjaga dan merawatnya?.
Atas dasar inilah, lahir pemikiran dari saya, untuk kemudian bagaimana supaya rasa nasilonalisme itu tetap tertanam kuat dalam diri. Yaitu mungkin dengan cara;
a. Ubah cara kita dalam menyikapi perkembangan teknologi agar kemudian kita tidak menjadi budak dari inovasi yang kita buat.
b. Harus mampu memahami dan memaknai empat pilar bangsa indonesia ( UUD 1945,pancasila,bineka tunggal ika, NKRI).
Dengan memahami empat pilar ini, kita bisa menangkis segala pengaruh dari luar yang masuk dan merusak apa yang menjadi keunikan bangsa kita.
Adapun cara yang lain yang bisa kita gunakan untuk memupuk agar rasa nasionalisme itu tetap tumbuh, yaitu dengan melakukan hal kecil di lingkungan kita. Perbanyak melakukan kegiatan sosial, adalah salah satu cara untuk mengembalikan sifat gotong royong yang menjadi ciri has bangsa indonesia,yang sudah mulai rapuh di tengah perkembangan jaman yang pesat ini.
Kupang,21 April 2020.



Super.
BalasHapusDengan melihat kemajuan tekhnolgi di negara yang sudah serba canggih,yang di mana kemudian banyaknya pekerjaan yang dulunya di lakukan oleh tenaga manusia kini karena majunya tekhnollgi sehingga tenaga manusia tidak terlalu dinutuhkan karena pekerjaan di gantikan oleh Robot3 ataupun mesin2 tekhnologi. Tentunya hal ini memiliki pengaruh yang fatal dimana akan trjadi meningkatnya kuantitas pengangguran yang kemudian menyebabkan masyarakat kurang sejahtra.
Dengan melihat realita ini,kira2 bagaimana pndapat kita terhadap situasi Ini.
Sekedar diskusi kae..
Terima kasih pertanyaan yg sangat luar biasa ini ew.
HapusYang pertama kehadiran robot sbg implementasi dr teknologi canggih bukan hanya soal bnyk pengangguran saja melainkan juga kehadiran robot bisa merrndahkan moral manusia, dalam artian bahwa kemampuan atau talenta yg di miliki manusia di ambil oleh robot.
Maka menurut saya, adalah kehadiran teknologi yang canggih harus terlbih dahulu melakukan pengembangan SDM dlu. Spya robot tdk lebih pintar dr manusia misalnya. Lalu kemudian, penguasa negri juga tdk hanya asal menciptakan robot saja, sekalipun itu adalah karya anak bangsa. Tetapi lihat dlu situasinya, kalau memang suatu negara stok penganggurannya banyk ya. Lebih baik tidak usah begtupun sebaliknya.
Terima kasihhh.