Peran Tersembunyi Pers di Balik Pandemi Covid 19.
Oleh;Jelo Jehalu
Wabah penyakit covid 19, yang melanda dunia kian hari menjadi lebih ganas, hal itu di tandai dengan adanya penambahan jumlah pasien yang terindikasi covid 19.
Data hari ini tanggal 12/04/2020, menunjukan bahwa ada penambahan jumlah pasien menjadi 4, 241 kasus dengan rincian ada penambahan sebanyak 339 kasus baru dari hari sebelumnya,sementara jumlah pasien sembuh sebanyak 359 pasien atau mengalami peningkatan sebanyak 73 dari hari sebelumnya, sedangkan jumlah kematian sebanyak 373 atau menagalami peningkatn sebanyak 46 dari hari sebelunnya ( sumeber, KompasCom).
Jumlah ini tentu sangat meresahkan masyarakat indoensia pada umumnya, dan membuat situasi semakin rumit di tambah lagi dengan informasi dari media yang sedikit berkontribusi untuk mencemaskan masyarakat.
Berawal dari data itu , beberapa hari lalu gubernur NTT, menghimbau kepada pihak media agar ketika dalam mempublikasikan sebuah berita haru jelas dan tidak meresahkan masyarakat, Harapan ini tentu mempunyai tujuan yang jelas agar peran pers atau media dalam memerangi covid 19 ini sangat penting, keresahan itu juga muncul dari informasi yang di media yang beredar, oleh karena itu , penulis beranggapan bahwa ada peran tersembunyi dari pers di tengah pandemi ini.
Dalam artian bahwa , media membuat berita untuk mengajar rating dan banyak menghasilkan uang dan lupa akan perannya dalam memerangi pandemi covid 19 ini.
Pada hari ini salah satu media (media indonesiacom), mempublikasi sebauh berita di mana menurut saya informasi itu sangat meresahkan masyarakat, judulnya saja sudah meresahkan masyarakat. Bahwasanya kettika di baca lebih lanjut ternyata judul dan substansinya tidak sinkron.
Mungkin untuk masyarakat yang paham tentang proses atau mengerti tentang bagaimana seseorang di katakan positif corona, pasti akan memahami sebuah isi berita, tetapi bagaimana dengan masyarakat yang hanya baca judul saja (minat baca kurang) dan tidak memahami prosedur untuk menyatakan seseorang terindikasi corona? . Hal ini yang kemudian menjadi peran penting pers ,agar dalam menyampaikan berita bisa menjelaskan kepada publik tentang bagaimana situasi yang sebenarnya, bukan hanya menjadikan pandemi ini sebgai tempat untuk meraut keuntungan.
Jumlah ini tentu sangat meresahkan masyarakat indoensia pada umumnya, dan membuat situasi semakin rumit di tambah lagi dengan informasi dari media yang sedikit berkontribusi untuk mencemaskan masyarakat.
Berawal dari data itu , beberapa hari lalu gubernur NTT, menghimbau kepada pihak media agar ketika dalam mempublikasikan sebuah berita haru jelas dan tidak meresahkan masyarakat, Harapan ini tentu mempunyai tujuan yang jelas agar peran pers atau media dalam memerangi covid 19 ini sangat penting, keresahan itu juga muncul dari informasi yang di media yang beredar, oleh karena itu , penulis beranggapan bahwa ada peran tersembunyi dari pers di tengah pandemi ini.
Dalam artian bahwa , media membuat berita untuk mengajar rating dan banyak menghasilkan uang dan lupa akan perannya dalam memerangi pandemi covid 19 ini.
Pada hari ini salah satu media (media indonesiacom), mempublikasi sebauh berita di mana menurut saya informasi itu sangat meresahkan masyarakat, judulnya saja sudah meresahkan masyarakat. Bahwasanya kettika di baca lebih lanjut ternyata judul dan substansinya tidak sinkron.
Mungkin untuk masyarakat yang paham tentang proses atau mengerti tentang bagaimana seseorang di katakan positif corona, pasti akan memahami sebuah isi berita, tetapi bagaimana dengan masyarakat yang hanya baca judul saja (minat baca kurang) dan tidak memahami prosedur untuk menyatakan seseorang terindikasi corona? . Hal ini yang kemudian menjadi peran penting pers ,agar dalam menyampaikan berita bisa menjelaskan kepada publik tentang bagaimana situasi yang sebenarnya, bukan hanya menjadikan pandemi ini sebgai tempat untuk meraut keuntungan.


Komentar
Posting Komentar