Pemudik dan Polsi di Labuan Bajo, siapa yang salah?.
Beberapa hari lalu tepatnya hari sabtu tanggal 11/4 /2020 , jagad maya di ramaikam dengan beredarnya video yang di sebarkan melalui WhatsApp, suatu kejadian di tengah pandemi covid 19, di mana beberapa orang pemuda asal manggarai yang katanya datang dari bali untuk menghindari covid 19, di intimidasi dan di pukul oleh oknum polisi di manggarai barat.
Dalam video yang saya nonton di situ timbul pemikiran saya untuk sedikit mengomentari terkait kejadian ini, di sini saya mencoba untuk melihat dari dua sisi yang berbeda.
Yang pertama bahwa, Anjuran dari pemerintah kepada masayarakat untuk memerangi covid 19 adalah dengan menghimbau kepada masayarakat untuk melakukan psychal distancing ,menghindari kermununan, ataupun kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Dari beberapa himbauan ini,lahir segenap polemik baru terlebih kusus ketika di kaitkan dengan dampak dari pandemi dan kebijakan dari pemerintah ,yang mana kemudian sejumlah keluhan terutama masyarakat yang bekerja di sektor swasta, mahasiswa dan para perantau lainya, menganggap situasi ini dapat menambah dan memperumit keadaan, alhasil pemeberontkan dengan tidak mengindahkan himbauanpun terjadi.
Media sosial ramai di perbincangkan dengan banyaknya warga atau perantau yang pulang kampung untuk menghindari covid 19.
Ketika di bandingkan dengan suatu kejadian di manggarai barat, Labuan bajo ,saya berpersepsi bahwa ada beberapa kejanggalan yang terjadi di sanan.
# Kejanggalan yang pertama adalah;terjadi di beberapa orang pemuda itu, hal demikian menurut saya bahwa mereka memilih cara yanh agak keliru ketika di kaitkan denngan situasi ini. Dalam artian bahwa, mereka datang dari bali yang nota bene sebagai salah satu daerah yang terkena dampak dari pandemi covid 19, tentu membawa kecemasan bagi masyarakat di sana dan dalam video itu juga terbukti bahwa keluarga mereka menolak mereka untuk tinggal di labuan bajo. Ini sudah membutikan bahwa kecemasan yang di miliki oleh masayrat di sana sangat tinggi. Lalu kemudian, saya berfikir bahwa kejanggalan dari pemuda atau pemudik yang di pukuli ini juga terlihat dalam prosedur mereka yang tidak jelas bahwsanya, menurut saya seharusnya mereka harus melaporkan diri ke pihak terkait di manggarai barat, bukan malah langsung nongkorong di pendopo sebagai tempat publik.
Ini adalah beberapa kejanggalan yang saya lihat terkusus untul pemuda yang di pukuli oleh oknum polisi di manggarai barat.
# kejanggalan yang kedua bisa jadi ada pada oknum polisu dan pemkab MABAR.
Untuk menemukan ini , bagi saya sedikit susah lantaran sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pemda dan Pihak Polres mabar terkait kejadian ini.
Tetapi bagi saya bahwa sangatlah tidak mungkin pemkab tidak mempersiapkan tempat untuk mengkarantina warga yang datang dari luar, lalu kemudian soal oknum polisi, bagi saya bahwa dalam menjalankan tugas di saat seperti ini ,kepanikan dan kepedulian mereka sangat tinggi sekali dan ini yang kemudian menurut saya perlu di apresiasi . Bahwasanya mereka melakukan patroli untuk membubarkan warga masayrakat yang berkumpul.
Oleh; Jelo Jehalu

Komentar
Posting Komentar