Ku Menantimu Bersama Senja
".akan ku biarkan kamu pergi sejauh mungkin, karena aku akan selalu ada bersama senja yang sama-sama menanti datangnya sang bintang sebagai pujaan"
Inilah awal kisahku ketika sedang menunggu datangnya cinta yang penuh dengan harapan. Entah kapan dia akan datang itu bukan satu alasan untuk aku berjalan dan meninggalkan kata bertahan.
Seketika mentari pagi yang dengan setia memancarkan cahayanya untuk memberikan suasana hangat di pagi hari menemani kesepian dengan penuh harapan akan kehadiranmu.
Penantian adalah kata yang selalu menemani aku dari dulu hingga sekarang, impiain untuk memiliki seseorang yang spesial dalam hidup adalah sebuah mimpi buruk ketika tidak sesuai kenyataan dan itulah aku. Aku yang tak sekarang hidup tanpa cinta dari seorang kekasih hanya bisa menanti dan mempunyai segudang harapan akan terjalinnya sebuah rasa cinta dengan seseorang.
Hari itu ketika aku dengannya berada dalam sebuah pondok yang berada di sebuah bukit dengan pemandangan yang begitu indah , aku duduk di sampingnya sembari menanti indahnya sore hari dengan menikmati cahaya kemerahan yang di pancarkanya. Bercerita tentang kisah cinta yang di jalinkan adalah topik hangat untuk di perbincangkan dan bahkan maunya bertahan hingga semua isi hati di ungkapakan di saat itu, kata-kata manis yang keluar dari mulut manis adalah pertandan bahwa janji manis nampaknya sudah di ungkapkan
Eh kamu tau tidak kalau hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagiku.
Kenpa? Jawabku
Ia hari ini aku bahagia karena aku bisa bersamamu dan berjanji selalu ada di sampingmu, jawabnya.
Ohhhhh gitu ya?. Aku juga demikian sangat bahagia karena kamu bisa bahagia denganku.
Yang, aku janji akau akan setia dan selalu ada buat kamu ,aku tidak akan menduakan cintamu, pokonya aku sayang banget dehhh sama kamu.
Waktu terus berjalan hubunganpun kamipun perlahan mulai retak, entah apa alasannya aku juga tak tau. Tiba- tiba di pagi hari yang cerah, hari yang menurutku bisa menghangatkan suana dengan menikmati mentari pagi ,aku mendapatkan kabar kurang bahagia dari seseroarang yang aku cintai. Handphone ku berbunyi dan ku ambil dan seperti biasa aku selalu menyapa nya dengan kata sayang.
Halo sayang, selamat pagi, kamu apa kabar?
ia pagi juga ( tidak seperti biasanya di balas dgn panggil sayang) , kabar baik.
Loh kamu kenapa kok tidak seperti biasanya ya. (Tanya ku)
Ia karena aku sudah tidak mencintaimu lagi, aku sudah bosan dengan kamu (tuturnya).
Mendengar kata itu aku hanya bisa diam seribu bahasa tanpa nada, karena aku tau hubunganku sudah berakhir hari itu juga,π’
Ketika aku selalu ingat di mana aku pernah duduk bersamanya bercerita tentang cinta dan berjanji akan setia dan tidak mau berpisah dengan ku, di saat itu pula air mata yang masih sanggup untuk meluapkan rasa kecewa dari hatiku.
Janji manis yang di ucapkan kini hanyalah sebuah kata tanpa makna sekalipun, dia pergi tanpa aba-aba seperti bencana alam yang datang dengan tiba-tiba membawa segudang luka untuk korban , sebuah hubungan hancur karena rasa bosan adalah hal yang seharusnya tidak perlu terjadi dalam sebuag hubungan. Rasa bosan ada karena manusianya , lantas kenapa dia putus denganku hanya karena rasa bosan?.
Biarakan ini bahan refleksi tetapi yang jelas aku akan rela di pergi bersama mentari pagi dan akupun akan selalu setia menantinya bersama senja. Karen aku yakin sekalipun dia pergi jauh dariku suatu saat dia akan kembali kalau memang ia jodoh ku.
Jika senja menanti datangnya rembulan untuk menerangi bumi, maka aku menanti kedatanganya untuk menerangi hati .
Jelo jehalu
Inilah awal kisahku ketika sedang menunggu datangnya cinta yang penuh dengan harapan. Entah kapan dia akan datang itu bukan satu alasan untuk aku berjalan dan meninggalkan kata bertahan.
Seketika mentari pagi yang dengan setia memancarkan cahayanya untuk memberikan suasana hangat di pagi hari menemani kesepian dengan penuh harapan akan kehadiranmu.
Penantian adalah kata yang selalu menemani aku dari dulu hingga sekarang, impiain untuk memiliki seseorang yang spesial dalam hidup adalah sebuah mimpi buruk ketika tidak sesuai kenyataan dan itulah aku. Aku yang tak sekarang hidup tanpa cinta dari seorang kekasih hanya bisa menanti dan mempunyai segudang harapan akan terjalinnya sebuah rasa cinta dengan seseorang.
Hari itu ketika aku dengannya berada dalam sebuah pondok yang berada di sebuah bukit dengan pemandangan yang begitu indah , aku duduk di sampingnya sembari menanti indahnya sore hari dengan menikmati cahaya kemerahan yang di pancarkanya. Bercerita tentang kisah cinta yang di jalinkan adalah topik hangat untuk di perbincangkan dan bahkan maunya bertahan hingga semua isi hati di ungkapakan di saat itu, kata-kata manis yang keluar dari mulut manis adalah pertandan bahwa janji manis nampaknya sudah di ungkapkan
Eh kamu tau tidak kalau hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagiku.
Kenpa? Jawabku
Ia hari ini aku bahagia karena aku bisa bersamamu dan berjanji selalu ada di sampingmu, jawabnya.
Ohhhhh gitu ya?. Aku juga demikian sangat bahagia karena kamu bisa bahagia denganku.
Yang, aku janji akau akan setia dan selalu ada buat kamu ,aku tidak akan menduakan cintamu, pokonya aku sayang banget dehhh sama kamu.
Waktu terus berjalan hubunganpun kamipun perlahan mulai retak, entah apa alasannya aku juga tak tau. Tiba- tiba di pagi hari yang cerah, hari yang menurutku bisa menghangatkan suana dengan menikmati mentari pagi ,aku mendapatkan kabar kurang bahagia dari seseroarang yang aku cintai. Handphone ku berbunyi dan ku ambil dan seperti biasa aku selalu menyapa nya dengan kata sayang.
Halo sayang, selamat pagi, kamu apa kabar?
ia pagi juga ( tidak seperti biasanya di balas dgn panggil sayang) , kabar baik.
Loh kamu kenapa kok tidak seperti biasanya ya. (Tanya ku)
Ia karena aku sudah tidak mencintaimu lagi, aku sudah bosan dengan kamu (tuturnya).
Mendengar kata itu aku hanya bisa diam seribu bahasa tanpa nada, karena aku tau hubunganku sudah berakhir hari itu juga,π’
Ketika aku selalu ingat di mana aku pernah duduk bersamanya bercerita tentang cinta dan berjanji akan setia dan tidak mau berpisah dengan ku, di saat itu pula air mata yang masih sanggup untuk meluapkan rasa kecewa dari hatiku.
Janji manis yang di ucapkan kini hanyalah sebuah kata tanpa makna sekalipun, dia pergi tanpa aba-aba seperti bencana alam yang datang dengan tiba-tiba membawa segudang luka untuk korban , sebuah hubungan hancur karena rasa bosan adalah hal yang seharusnya tidak perlu terjadi dalam sebuag hubungan. Rasa bosan ada karena manusianya , lantas kenapa dia putus denganku hanya karena rasa bosan?.
Biarakan ini bahan refleksi tetapi yang jelas aku akan rela di pergi bersama mentari pagi dan akupun akan selalu setia menantinya bersama senja. Karen aku yakin sekalipun dia pergi jauh dariku suatu saat dia akan kembali kalau memang ia jodoh ku.
Jika senja menanti datangnya rembulan untuk menerangi bumi, maka aku menanti kedatanganya untuk menerangi hati .
Jelo jehalu



Mantap Kaeππ
BalasHapusMakasi www
HapusKeren kk
BalasHapusKalo menurut saya bahasa indonesianya coba dipake bahasa yang lebih baku lagiππ
Makasi eww.
HapusTerima kasih atas komentarnya.
Ini tulisan awal menuju cerpen