CORONA, HOAKS, dan STABILITAS PEREKONOMIAN
Oleh: Jelo Jehalu
Bumi ini sepertinya tidak lagi bersahabat dengan manusia, bukan soal umurnya yang tua dan semakin padatnya penduduk di setiap negara, atau asap pabrik yang bisa merusak bumi ini, Namun ada suatu wabah penyakit yang meresahkan masyarakat di dunia, bagaimana tidak,penyebaran virus ini yang sangat cepat, membuat korban jiwa berjatuhan. Pemerintah di setiap negara berjuang keras agar virus ini tidak menjangkit ke masyarakatnya. Alhasil berbagai carapun di lakukan terutama untuk mengatasi penyebaran virus corona ini, cara tersebut berupa himbauan, bahkan sampai pada tindakan lansung, misalnya dengan meliburkan sekolah, larangan untuk traveling ataupun menghentikan segala aktifitas terutama tempat keramaian. Virus yang berasal dari wuhan ini ,sebelumnya ada sebagian masyarakat yang menanggapinya dengan sebuah lelucon, hal ini dapat di lihat dari berbagai story ataupun caption dalam setiap postingan di WhatsAp, Face book, instagram dan lain-lain. Roda terus berputar media nasional dan internasionalpun sudah ramai di perbincangkan dengan begitu banyak korban jiwa yang berjatuhan akibat virus corona, publik indonesia sudah mulai cemas, sampai pada saatnya presiden mengumumkan terkait bahaya dari virus ini, karena milihat bahwa di indonesia sudah ada yang posifif corona berdasarkan hasil pemeriksaan medis. Hingga saat ini di setiap daerah bahkan seluruh plosok negri ini sudah tidak asing lagi tentang maraknya penyebaran virus ini. Segala aktivitaspun di hentikan untuk sementara waktu, di tengah virus corona mulai menyebar dan bahkan menyerang masyarakat indonesia, berita bohong ,pembuat berita bohong,dan penyebar berita bohongpun tidak tinggal diam dengan situasi ini,dalam artian di tengah penyebaran virus ini,berita bohong atau HOAKS akhir-akhir ini menurut saya sudah semakin marak terjadi, hal itu dapat kita lihat dan dengar dengan pemberitaan dari media masa bahkan radio mulut. Sebagai contoh, di kota kupang beberapa minggu lalu group WhatsAp, ramai dengan informasi bahwa di rumah sakit umum di kupang ada pasien yang positif corona, dan juga ada informasi bahwa akan ada penyiraman penangkal corona dari pesawat, ada yang bilang libur di perpanjang, kemudian informasi terkait banyaknya masyarakat yang sudah positif corona , serta masih banyak berita bohong lain yang di lakukan oleh orang-orang tertentu. Jika boleh di katakan bahwa HOAKS kali ini lebih banyak dan berbahaya dari pada HOAKS pada saat pemilu 2019 lalu (ketika di lihat dari banyaknya Hokas yang beredar).
Setiap hari ada saja informasi hoaks yang di dapatkan, hal ini tentu perlu di hentikan menurut saya, bahwasanya informasi seperti ini sangat meresahkan atau menakutkan publik. Sehingga kemudian rasa takut tersebut selalu menghantui pikiran publik, dari sini bagi saya perlu ada tindakan untuk menhentikannya dan langkah pertama yang di lakukan ,baik pemerintah ataupun masyarakat indoensia adalah menghentikan Hoaks atau berita bohong yang semakin marak terjadi, baru kemudian bagaimana memikirkan mengatasi virus corona ini. Langkah yang paling mudah di lakukan adalah dengan cara tidak membuat bagi pembuat Hoaks dan tidak menyebarkan Hoks bagi penyebarnya sehingga kemudian kita tidak terjebak dalam rasa panik dalam menghadapi virus ini. Banyak himbauan dari pemerintah dan dinas terkait untuk tetap tenang dan jangan panik dalam di tengah perosoalan yang melanda dunia melalui media sosial,tetapi semua ini bagi saya akan sia-sia atau belum sepenyhnya tepat sasaran kalau HOAKS belum bisa di atasi. Mungkin untuk orang yang berpendidikan atau paham dengan isi berita, pasti bisa membedakan mana informasi yang benar dan bohong, tetapi bagaimana dengan masyarakat yang dengan gampang di intimidasi dengan berita bohong yang beredar. Mengatasi HOAKS ini juga tentu bukan hanya kerja dari kementrian komunikasi (KOMINFO), melainkan tugas dari semua kalangan ,terutama orang-orang berpendidikan, sehingga bagaimana kemudian sebagai orang yang mempunyai pemahaman tentang informasi benar dan bohong bisa memberi pencerahan kepada masyarakat yang mudah percaya dengan berita tidak benar/bohong yang beredar, bukan malah sebaliknya sepeti yang terjadi sekarang, bahwa yang saya amati masih saja mahasiswa ataupun orang berpendidikan yang menjadi motor penggerak dalam menciptkan dan menyebarkan informasi bohong, hal ini sangat kontroversial bagi saya , bahwasanya orang-orang tersebut harusnya mampu menunjukan eksistensinya sebagai orang yang berpendidikan dengan tidak menjadi pelaku dalam penyebaran berita bohong ini.
Virus corona ini juga bukan hanya meresaahkan atau menimbulkan banyak korban jiwa yang tewas tetapi juga dan menghambat segala aktifitas di setiap bidang, baik di bidang sosial, politik, ekonomi maupun budaya.
Dalam bidang sosial virus corona ini membuat situasi sosial untuk sementara di tiadakan dalam artian dengan adanya larangan untuk berkumpul, arisan ataupun hal lain yang sifatnya melibatkan banyak orang, Di bidang budaya, mungkin sama seperti dengan bidanhg sosial namun dia lebih tertuju kepada kebiasaan di suatu dareah tertentu terlebih yang berkaitan dengan kontak fisik. Sebagai contoh beberapa waktu lalu pemprov NTT melalui bagian HUMAS menghimbau kepada masyarakat NTT, untuk sementara tidak melakukan budaya cium hidung yang mana bahwa cium hidung ini adalah kekhasan budaya sabu dan NTT pada umumnya. Hal ini di lakukan untuk mencegah penyebaran virus corona . Secara moral memang virus ini sangat berpengaruh terhadap budaya. Secara sosial dan budaya kurang lebih seperti itu dan saya lebih ke soal bagaimana dengan perekonomian baik negara maupun daerah.
Dalam hal perekonomian virus corona ini sangat menghambat segala aktivitas perekonomian, hubungan dagang antar negarapun terganggu, aktivitas ekspor dan impor tidak bisa di lakukan, sehingga kemudian elektabilitas perekonomian terganggu. Sebagai contoh harga dolar yang sudah mencapai RP. 15000/ dolar As, tentu ini sangat merugikan negara indonesia dalam hal ekonomi, kemudian impor barang untuk memenuhi kebutahan di indonesia di batalkan yang meskipun untuk sementara waktu, juga hal lain seperti wisatwan yang datang untuk menikmati Pariwisata di negara indonesia, dari yang sebelumnya wisatwan dari luar negri ataupun dari dalam negri banyak yang mengunjungi tempat wisata kini harus menahan diri , imbas dari semua ini adalah soal pendapatan negara dan daerah.contoh misalnya, wisatawan yang mengunjungi pulau komodo labuan bajo, tentu untuk sekarang sangat berkurang lantaran ada larangan dari pemerintah untuk tidak melakukan kunjungan ke tempat wisata/ berkumpulnya banyak orang dari berbagai negara. Perhitungan secara ekonminya tentu pendapatan negara dan daerah dengan sendirinya menurun,bukan hanya itu pedagang, hotel-hotel, restoran, penjual di pasar juga pasti megalami penururan pendapatan .
Hal-hal seperti ini, sangatlah tidak mungkin untuk di biarkan, oleh karena intu perlu adanya langkah cepat dan tepat dari pemerintah untuk segera mengatasi segala persoalan terutama yang berkaitan dengan perkonomian. Bukan tidak mungkin ketika virus ini belum juga di atasi maka banyak negara yang mengalami penuruan PDB (Produk Domestik Bruto) dan berimbas pada terjadinya krisis ekonomi terkususnya jika dolar terus melonjak.
Bumi ini sepertinya tidak lagi bersahabat dengan manusia, bukan soal umurnya yang tua dan semakin padatnya penduduk di setiap negara, atau asap pabrik yang bisa merusak bumi ini, Namun ada suatu wabah penyakit yang meresahkan masyarakat di dunia, bagaimana tidak,penyebaran virus ini yang sangat cepat, membuat korban jiwa berjatuhan. Pemerintah di setiap negara berjuang keras agar virus ini tidak menjangkit ke masyarakatnya. Alhasil berbagai carapun di lakukan terutama untuk mengatasi penyebaran virus corona ini, cara tersebut berupa himbauan, bahkan sampai pada tindakan lansung, misalnya dengan meliburkan sekolah, larangan untuk traveling ataupun menghentikan segala aktifitas terutama tempat keramaian. Virus yang berasal dari wuhan ini ,sebelumnya ada sebagian masyarakat yang menanggapinya dengan sebuah lelucon, hal ini dapat di lihat dari berbagai story ataupun caption dalam setiap postingan di WhatsAp, Face book, instagram dan lain-lain. Roda terus berputar media nasional dan internasionalpun sudah ramai di perbincangkan dengan begitu banyak korban jiwa yang berjatuhan akibat virus corona, publik indonesia sudah mulai cemas, sampai pada saatnya presiden mengumumkan terkait bahaya dari virus ini, karena milihat bahwa di indonesia sudah ada yang posifif corona berdasarkan hasil pemeriksaan medis. Hingga saat ini di setiap daerah bahkan seluruh plosok negri ini sudah tidak asing lagi tentang maraknya penyebaran virus ini. Segala aktivitaspun di hentikan untuk sementara waktu, di tengah virus corona mulai menyebar dan bahkan menyerang masyarakat indonesia, berita bohong ,pembuat berita bohong,dan penyebar berita bohongpun tidak tinggal diam dengan situasi ini,dalam artian di tengah penyebaran virus ini,berita bohong atau HOAKS akhir-akhir ini menurut saya sudah semakin marak terjadi, hal itu dapat kita lihat dan dengar dengan pemberitaan dari media masa bahkan radio mulut. Sebagai contoh, di kota kupang beberapa minggu lalu group WhatsAp, ramai dengan informasi bahwa di rumah sakit umum di kupang ada pasien yang positif corona, dan juga ada informasi bahwa akan ada penyiraman penangkal corona dari pesawat, ada yang bilang libur di perpanjang, kemudian informasi terkait banyaknya masyarakat yang sudah positif corona , serta masih banyak berita bohong lain yang di lakukan oleh orang-orang tertentu. Jika boleh di katakan bahwa HOAKS kali ini lebih banyak dan berbahaya dari pada HOAKS pada saat pemilu 2019 lalu (ketika di lihat dari banyaknya Hokas yang beredar).
Setiap hari ada saja informasi hoaks yang di dapatkan, hal ini tentu perlu di hentikan menurut saya, bahwasanya informasi seperti ini sangat meresahkan atau menakutkan publik. Sehingga kemudian rasa takut tersebut selalu menghantui pikiran publik, dari sini bagi saya perlu ada tindakan untuk menhentikannya dan langkah pertama yang di lakukan ,baik pemerintah ataupun masyarakat indoensia adalah menghentikan Hoaks atau berita bohong yang semakin marak terjadi, baru kemudian bagaimana memikirkan mengatasi virus corona ini. Langkah yang paling mudah di lakukan adalah dengan cara tidak membuat bagi pembuat Hoaks dan tidak menyebarkan Hoks bagi penyebarnya sehingga kemudian kita tidak terjebak dalam rasa panik dalam menghadapi virus ini. Banyak himbauan dari pemerintah dan dinas terkait untuk tetap tenang dan jangan panik dalam di tengah perosoalan yang melanda dunia melalui media sosial,tetapi semua ini bagi saya akan sia-sia atau belum sepenyhnya tepat sasaran kalau HOAKS belum bisa di atasi. Mungkin untuk orang yang berpendidikan atau paham dengan isi berita, pasti bisa membedakan mana informasi yang benar dan bohong, tetapi bagaimana dengan masyarakat yang dengan gampang di intimidasi dengan berita bohong yang beredar. Mengatasi HOAKS ini juga tentu bukan hanya kerja dari kementrian komunikasi (KOMINFO), melainkan tugas dari semua kalangan ,terutama orang-orang berpendidikan, sehingga bagaimana kemudian sebagai orang yang mempunyai pemahaman tentang informasi benar dan bohong bisa memberi pencerahan kepada masyarakat yang mudah percaya dengan berita tidak benar/bohong yang beredar, bukan malah sebaliknya sepeti yang terjadi sekarang, bahwa yang saya amati masih saja mahasiswa ataupun orang berpendidikan yang menjadi motor penggerak dalam menciptkan dan menyebarkan informasi bohong, hal ini sangat kontroversial bagi saya , bahwasanya orang-orang tersebut harusnya mampu menunjukan eksistensinya sebagai orang yang berpendidikan dengan tidak menjadi pelaku dalam penyebaran berita bohong ini.
Virus corona ini juga bukan hanya meresaahkan atau menimbulkan banyak korban jiwa yang tewas tetapi juga dan menghambat segala aktifitas di setiap bidang, baik di bidang sosial, politik, ekonomi maupun budaya.
Dalam bidang sosial virus corona ini membuat situasi sosial untuk sementara di tiadakan dalam artian dengan adanya larangan untuk berkumpul, arisan ataupun hal lain yang sifatnya melibatkan banyak orang, Di bidang budaya, mungkin sama seperti dengan bidanhg sosial namun dia lebih tertuju kepada kebiasaan di suatu dareah tertentu terlebih yang berkaitan dengan kontak fisik. Sebagai contoh beberapa waktu lalu pemprov NTT melalui bagian HUMAS menghimbau kepada masyarakat NTT, untuk sementara tidak melakukan budaya cium hidung yang mana bahwa cium hidung ini adalah kekhasan budaya sabu dan NTT pada umumnya. Hal ini di lakukan untuk mencegah penyebaran virus corona . Secara moral memang virus ini sangat berpengaruh terhadap budaya. Secara sosial dan budaya kurang lebih seperti itu dan saya lebih ke soal bagaimana dengan perekonomian baik negara maupun daerah.
Dalam hal perekonomian virus corona ini sangat menghambat segala aktivitas perekonomian, hubungan dagang antar negarapun terganggu, aktivitas ekspor dan impor tidak bisa di lakukan, sehingga kemudian elektabilitas perekonomian terganggu. Sebagai contoh harga dolar yang sudah mencapai RP. 15000/ dolar As, tentu ini sangat merugikan negara indonesia dalam hal ekonomi, kemudian impor barang untuk memenuhi kebutahan di indonesia di batalkan yang meskipun untuk sementara waktu, juga hal lain seperti wisatwan yang datang untuk menikmati Pariwisata di negara indonesia, dari yang sebelumnya wisatwan dari luar negri ataupun dari dalam negri banyak yang mengunjungi tempat wisata kini harus menahan diri , imbas dari semua ini adalah soal pendapatan negara dan daerah.contoh misalnya, wisatawan yang mengunjungi pulau komodo labuan bajo, tentu untuk sekarang sangat berkurang lantaran ada larangan dari pemerintah untuk tidak melakukan kunjungan ke tempat wisata/ berkumpulnya banyak orang dari berbagai negara. Perhitungan secara ekonminya tentu pendapatan negara dan daerah dengan sendirinya menurun,bukan hanya itu pedagang, hotel-hotel, restoran, penjual di pasar juga pasti megalami penururan pendapatan .
Hal-hal seperti ini, sangatlah tidak mungkin untuk di biarkan, oleh karena intu perlu adanya langkah cepat dan tepat dari pemerintah untuk segera mengatasi segala persoalan terutama yang berkaitan dengan perkonomian. Bukan tidak mungkin ketika virus ini belum juga di atasi maka banyak negara yang mengalami penuruan PDB (Produk Domestik Bruto) dan berimbas pada terjadinya krisis ekonomi terkususnya jika dolar terus melonjak.


Tingkatkan 😊👍👍👍☝☝
BalasHapusSiap. Makasi
Hapus👍👍👍
BalasHapusMakasi
Hapus