Didikan kejam tidak Sepenuhnya Menjamin Kualitas Siswa.
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),merupakan provinsi yang tergolong dalam daerah terbelakang ketika di lihat dari Kondisi perekonomian, pendidikan yang masih minim dan juga angka stunting serta kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan berat bagi pemimpin di NTT. Oleh karena itu pemerintah dengan berbagai cara agar semua persoalan ini bisa di atasi untuk kemudian NTT keluar dari zona keterbelakangan. Kali ini kita coba melihat sedikit pendidikan di NTT terutama bagaiman soal membina karakter siswa untuk menghasilkan siswa yang berkualitas baik. Menjadi orang yang berkualitas merupakan harapan setiap orang,oleh karenanya berbagai didikan di harapkan mampu menciptakan siswa atau manusia yang mempunyai kualitas yang baik,alhasil orang berkualitas ini bisa bekerja membantu pemerintah untuk mengatasi segala persoalan yang melilit NTT untuk keluar dari keterbelakangan. Sistem pembinaan karakter sepertinya masih menjadi yang di utamakan dalam sistem pendidikan di NTT, hal itu di tandai dengan berbgai program di sekolah untuk membina karakter siswa,misalnya dengan minciptakan aturan yang super ketat, siswa di asramakan, di keluarkan ketika melanggara aturan sekolah dan bahkan pembinaan terhadap siswa di NTT dengan menyuruh siswa Makan kotoran manusia. Itu semua mungkin untuk mencapai misi mengahasilkan siswa yang berkualitas baik.
Baru-baru ini media sosial ramai di beritakan dengan suatu kejadian dalan dunia pendidikan di NTT. Berita tersebut sangat kontroversi dengan kehidupan bahkan sistem pendidikan di indoenesia, bahkan boleh di katakan sangat kejam. Di lansir dari media "kompas.com" salah satu kejadian di Seminari bunda segala bangsa ,kabupaten sika provinsi NTT, sebanyak 77 orang siswa kelas 7 di suruh untuk makan kotoran manusia lantaran karena tidak jujur dengan perbuatan dari siswa yang bersekolalh di situ.
Bagi saya apa yang di lakukan oleh pendamping siswa di sekolah ini sangatlah keji dan tidak pantas di terapkan dalam sistem pembinaan terhadap siswa di Nusa Tenggara Timur, hal itu bagi saya bukan membentuk siswa yang berkualitas namun justru dapat menganggu psiklogi dari siswa yang mendapatkan sanksi tersebut. Makan kotoron manusia adalah hal yang tidak berkemanusiaan, tidak pernah dalam sistem pendidikan di indonesia untuk terapkan hal seperti itu, malahan apa yang di lakukan oleh pendamping siswa di sekolah tersebut dapat merusak reputasi sekolah dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan. Jadi bagi saya tidak semua didikan yang kejam menghasilkan manusia yang berkualitas di NTT. Hal ini malah membuat sesuatu yang bisa merusak sistem pendidikan itu sendiri.
Ketika misalnya ada siswa yang tidak jujur atas suatu perbuatan yang mungkin juga perbuatannya itu bertentangan dengan aturan sekolah ataupun tidak sesuai dengan yang di ajarkan oleh gurunya, kan ada cara lain untuk mengatasi hal ini, ya mungkin dengan konsultasi dengan guru BK di sekolah tersebut ataupun sanksi lain misalnya dengan mengeluarkan dari sekolah ataupun hal lainnya.
Semua pasti mempuyai prosedur di sekolah tersebut jadi tidak seharusnya dengan kekerasan.
#stop didikan kejam bagi siswa#
Penulis: Jelo Jehalu
Baru-baru ini media sosial ramai di beritakan dengan suatu kejadian dalan dunia pendidikan di NTT. Berita tersebut sangat kontroversi dengan kehidupan bahkan sistem pendidikan di indoenesia, bahkan boleh di katakan sangat kejam. Di lansir dari media "kompas.com" salah satu kejadian di Seminari bunda segala bangsa ,kabupaten sika provinsi NTT, sebanyak 77 orang siswa kelas 7 di suruh untuk makan kotoran manusia lantaran karena tidak jujur dengan perbuatan dari siswa yang bersekolalh di situ.
Bagi saya apa yang di lakukan oleh pendamping siswa di sekolah ini sangatlah keji dan tidak pantas di terapkan dalam sistem pembinaan terhadap siswa di Nusa Tenggara Timur, hal itu bagi saya bukan membentuk siswa yang berkualitas namun justru dapat menganggu psiklogi dari siswa yang mendapatkan sanksi tersebut. Makan kotoron manusia adalah hal yang tidak berkemanusiaan, tidak pernah dalam sistem pendidikan di indonesia untuk terapkan hal seperti itu, malahan apa yang di lakukan oleh pendamping siswa di sekolah tersebut dapat merusak reputasi sekolah dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan. Jadi bagi saya tidak semua didikan yang kejam menghasilkan manusia yang berkualitas di NTT. Hal ini malah membuat sesuatu yang bisa merusak sistem pendidikan itu sendiri.
Ketika misalnya ada siswa yang tidak jujur atas suatu perbuatan yang mungkin juga perbuatannya itu bertentangan dengan aturan sekolah ataupun tidak sesuai dengan yang di ajarkan oleh gurunya, kan ada cara lain untuk mengatasi hal ini, ya mungkin dengan konsultasi dengan guru BK di sekolah tersebut ataupun sanksi lain misalnya dengan mengeluarkan dari sekolah ataupun hal lainnya.
Semua pasti mempuyai prosedur di sekolah tersebut jadi tidak seharusnya dengan kekerasan.
#stop didikan kejam bagi siswa#
Penulis: Jelo Jehalu


Komentar
Posting Komentar