Tangisan Anak Rantau.
Oleh :Jelo Jehalu.
"Keberhasilan anak rantau adalah impian orang tua"
Menjadi bagian dari anak rantau memang sangat berat,mengadu nasib di tanah rantau bukan karena latar belakang ekonomi keluarga yang berkecukupan melainkan karena kekurangan ,baik kurang secara ekonomi ataupun kurang karena pendidikan . segala suka duka yang kita alami akan kita rasakan di tanah rantau. Kita tinggal jauh dengan orang-orang yang kita sayangi terutama orang tua kita yang selalu mensuport kita agar kelak kita menjadi orang baik yang bermanfaat bagi keluarga. Kita beranjak pergi dari kampung halaman untuk meraih cita-cita ataupun mengadu nasib,mencari rupiah di tanah rantau guna untuk keperluan kita di masa depan yang mungkin untuk yang kuliah datang di tanah rantau untuk mendapatkan gelar sarjana untuk mempermudah mencari lapangan kerja, tetapi bagi yang merantau untuk mencari kerja,yang jelas tujuan mereka mendapatkan uang untuk menghidupi keluarga atau bahkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga ,semua ini adalah tujuan utama dari anak rantau.
Ketika kita kembali ke awal tulisan ini "TANGISAN ANAK RANTAU", bahwa di mana memang ini situasi nyata yang kita alami sebgai anak rantau.
Kali ini kita jangan terlalu banyak membahas tentang suka tetapi kita lebih membahasnya tentang duka (keadaan yang membuat anak rantau sedih) di tanah rantau. Teman-teman pernahkah kalian mengalami suatu peristiwa yang sangat menyedihkan atau keadaan yang membuat kalian putus asa?.
Banyak hal sedih yang kita rasakan di tanah rantau,yahh mungkin bagi teman-teman yang orang tuanya berkecukupan bahwa mereka tidak tetlalu merasakan hal sedih di tanah rantau seperti teman-teman yang lain rasakan juga termasuk saya di sini. Tanggal tua dan muda adalah kata- kata yang sering di gunakan oleh anak rantau terutama mahasiswa yang nota bene tidak bekerja yang hanya mengharapkan dari orang tua, kata-kata ini di dalamnya mengandung dua makna bagi saya, yang pertama bahwa tanggal muda merupakan kabar gembira karena mendapatkan jatah uang dari orang tua, lalu kemudian tanggal tua, ini adalah jeritan payah anak rantau atau masa di mana anak rantau pasti banyak yang sudah mengeluh. Tanggal tua bagi mahasiswa rantauan adalah keadaan di mana kita harus lebih banyak berdiam diri di kos karena kekurangan. Bahkan tahu dan tempe adalah makanan langganan bagi anak rantau karena memang hanya ini yang bisa kita lakukan untuk bertahan hidup, mungkin juga ada anak rantau yang jatah kiriman dari orang tuanya tidak setiap bulan yah mungkin sperti yang kami rasakan saat inilah, pernahkah teman-teman tidak makan nasi sampe satu dua hari? Karena tidak ada uang dan apakah kalian pernah mengalami hidup bepindah-pindah karena tidak bisa membayar kos? Mungkin karena orang tua kita belum mendapatkan uang ataupun orang tua sudah merasa putus asa karena tingkah laku kita di tanah rantau ?,Saya sangat yakin pasti ada dan ini bukan tidak mungkin tidak terjadi pada anak rantau., makan nasi putih dengan sambal adalah hal biasa bagi anak rantau, makian dari majikan adalah sarapan yang menyakitkan bagi anak rantau. Ini semua adalah tangisan yang di alami oleh anak rantau. Keadaan seperti ini mau tidak mau, suka atau tidak kita harus terima karena memang ini adalah konsekwensi dari kita yang mengadu nasib di negri orang . Bagi teman perantau jadilah pengalaman pahit yang di rasakan sebagai senjata unutk menuju kesuksesan, karena tidak ada orang sukses yang tanpa melawan tantangan.
"Keberhasilan anak rantau adalah impian orang tua"
Menjadi bagian dari anak rantau memang sangat berat,mengadu nasib di tanah rantau bukan karena latar belakang ekonomi keluarga yang berkecukupan melainkan karena kekurangan ,baik kurang secara ekonomi ataupun kurang karena pendidikan . segala suka duka yang kita alami akan kita rasakan di tanah rantau. Kita tinggal jauh dengan orang-orang yang kita sayangi terutama orang tua kita yang selalu mensuport kita agar kelak kita menjadi orang baik yang bermanfaat bagi keluarga. Kita beranjak pergi dari kampung halaman untuk meraih cita-cita ataupun mengadu nasib,mencari rupiah di tanah rantau guna untuk keperluan kita di masa depan yang mungkin untuk yang kuliah datang di tanah rantau untuk mendapatkan gelar sarjana untuk mempermudah mencari lapangan kerja, tetapi bagi yang merantau untuk mencari kerja,yang jelas tujuan mereka mendapatkan uang untuk menghidupi keluarga atau bahkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga ,semua ini adalah tujuan utama dari anak rantau.
Ketika kita kembali ke awal tulisan ini "TANGISAN ANAK RANTAU", bahwa di mana memang ini situasi nyata yang kita alami sebgai anak rantau.
Kali ini kita jangan terlalu banyak membahas tentang suka tetapi kita lebih membahasnya tentang duka (keadaan yang membuat anak rantau sedih) di tanah rantau. Teman-teman pernahkah kalian mengalami suatu peristiwa yang sangat menyedihkan atau keadaan yang membuat kalian putus asa?.
Banyak hal sedih yang kita rasakan di tanah rantau,yahh mungkin bagi teman-teman yang orang tuanya berkecukupan bahwa mereka tidak tetlalu merasakan hal sedih di tanah rantau seperti teman-teman yang lain rasakan juga termasuk saya di sini. Tanggal tua dan muda adalah kata- kata yang sering di gunakan oleh anak rantau terutama mahasiswa yang nota bene tidak bekerja yang hanya mengharapkan dari orang tua, kata-kata ini di dalamnya mengandung dua makna bagi saya, yang pertama bahwa tanggal muda merupakan kabar gembira karena mendapatkan jatah uang dari orang tua, lalu kemudian tanggal tua, ini adalah jeritan payah anak rantau atau masa di mana anak rantau pasti banyak yang sudah mengeluh. Tanggal tua bagi mahasiswa rantauan adalah keadaan di mana kita harus lebih banyak berdiam diri di kos karena kekurangan. Bahkan tahu dan tempe adalah makanan langganan bagi anak rantau karena memang hanya ini yang bisa kita lakukan untuk bertahan hidup, mungkin juga ada anak rantau yang jatah kiriman dari orang tuanya tidak setiap bulan yah mungkin sperti yang kami rasakan saat inilah, pernahkah teman-teman tidak makan nasi sampe satu dua hari? Karena tidak ada uang dan apakah kalian pernah mengalami hidup bepindah-pindah karena tidak bisa membayar kos? Mungkin karena orang tua kita belum mendapatkan uang ataupun orang tua sudah merasa putus asa karena tingkah laku kita di tanah rantau ?,Saya sangat yakin pasti ada dan ini bukan tidak mungkin tidak terjadi pada anak rantau., makan nasi putih dengan sambal adalah hal biasa bagi anak rantau, makian dari majikan adalah sarapan yang menyakitkan bagi anak rantau. Ini semua adalah tangisan yang di alami oleh anak rantau. Keadaan seperti ini mau tidak mau, suka atau tidak kita harus terima karena memang ini adalah konsekwensi dari kita yang mengadu nasib di negri orang . Bagi teman perantau jadilah pengalaman pahit yang di rasakan sebagai senjata unutk menuju kesuksesan, karena tidak ada orang sukses yang tanpa melawan tantangan.


Komentar
Posting Komentar