Opini Tentang Generasi Muda saat ini.
Era Globalisasi merupakan suatu keadaan di mana terjadi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Perkembangan ini dapat kita lihat dengan kemudahan masyarakat dalam mengakses segala jenis informasi,
Namun yang menjadi permasalahannya sekarang adalah kita sering mengakses informasi terkini dan mengabaikan informasi masa lalu (sejarah) terutama untuk generasi muda. Pristiwa masa lulu memiliki banyak hal untuk di pelajari terutama untuk generasi sekarang sebagai penerus bangsa.
Ketika kita kaitkan peran pemuda di masa lalu di mana perjuangan mereka dalam memerdekakan negara ini dan perjuangan mereka dalam menurunkan orba merupakan suatu hal yang seharusnya kita harus tiru dan menjadikan itu sebagi dasar kita dalam mengkritisi apa yang mnjadi persoalan di negara kita saat ini, ketika generasi muda tidak menghiraukan pristiwa masa lalu itu sama saja kita tidak mengindahkan pesan dari seorang proklamator "JASMERAH"( jangan sesekali melupakan sejarah). Jadi sudah sepatutnya kita harus berkaca pada sejarah.
Sebelum saya melanjutkan ,saya ingin bertanya kepada generasi muda sekarang , di mana pertanyaannya adalah Apakah generasi muda sekarang sudah mengetahui empat pilar negara indonesia yang menjadi dasar dalam berprilaku agar tidak terjadi krisis nasionalisme?
Dari pertanyaan tersebut Saya yakin masih ada generasi muda yang belum mengetahui jawabannya.
Ke empat pilar itu adalah
1. Pancasila
2. Uud 1945
3.NKRI
4. Bineka tunggal ika.
Ke empat pilar ini harus benar-benar di pahami dan di implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ketika generasi muda tidak mengimplementasikan 4 pilar tersebut maka akan terjadi krisis nasionalisme.
Krisis nasioalisme ini sudah nampak dalam kehidupan generasi sekarang.
Saya mengambil contoh krisis nasionalisme generasi muda sekarang :penggunaan bahasa asing di media sosial hanya untuk meningkatkan gengsi.
Dan yang paling menonjol menurut saya adalah kepekaan generasi muda sekarang terhadap masalah -masalah yang terjadi di masyarakat mulai pudar,. ini dapat saya lihat ketika ada aksi demonstrasi dalam menyikapi suatu masalah .
Masa yang turun kejalan hanya beberapa orang saja sedangkan yang lain hanya menjadi penonton bahkan itu di jadikan sebuah lelucon, Bahkan di anggap tidak penting.
Dari contoh seperti ini kita dapat menilai bahwa krisis nasionalisme sudah terjadi.
Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kita harus tetap bertahan dalam kondisi ini ?
Ketika kita terus bertahan dalam situasi seperti ini maka kejahatan dan penindasan akan merajalela.
Maka dari itu saya mengajak para kaum muda untuk keluar dari keterpurukan yang sudah di lakukan, mari kita bangkit untuk satukan tekat dan berkaca pada sejarah untuk membawa indonesia ke arah yang lebih baik.
Jangan takut karena
" ketika kita menghamba pada ketakutan,kita memperpanjang barisan perbudakan"(Wiji thukul).
#jelo jehalu#
Namun yang menjadi permasalahannya sekarang adalah kita sering mengakses informasi terkini dan mengabaikan informasi masa lalu (sejarah) terutama untuk generasi muda. Pristiwa masa lulu memiliki banyak hal untuk di pelajari terutama untuk generasi sekarang sebagai penerus bangsa.
Ketika kita kaitkan peran pemuda di masa lalu di mana perjuangan mereka dalam memerdekakan negara ini dan perjuangan mereka dalam menurunkan orba merupakan suatu hal yang seharusnya kita harus tiru dan menjadikan itu sebagi dasar kita dalam mengkritisi apa yang mnjadi persoalan di negara kita saat ini, ketika generasi muda tidak menghiraukan pristiwa masa lalu itu sama saja kita tidak mengindahkan pesan dari seorang proklamator "JASMERAH"( jangan sesekali melupakan sejarah). Jadi sudah sepatutnya kita harus berkaca pada sejarah.
Sebelum saya melanjutkan ,saya ingin bertanya kepada generasi muda sekarang , di mana pertanyaannya adalah Apakah generasi muda sekarang sudah mengetahui empat pilar negara indonesia yang menjadi dasar dalam berprilaku agar tidak terjadi krisis nasionalisme?
Dari pertanyaan tersebut Saya yakin masih ada generasi muda yang belum mengetahui jawabannya.
Ke empat pilar itu adalah
1. Pancasila
2. Uud 1945
3.NKRI
4. Bineka tunggal ika.
Ke empat pilar ini harus benar-benar di pahami dan di implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ketika generasi muda tidak mengimplementasikan 4 pilar tersebut maka akan terjadi krisis nasionalisme.
Krisis nasioalisme ini sudah nampak dalam kehidupan generasi sekarang.
Saya mengambil contoh krisis nasionalisme generasi muda sekarang :penggunaan bahasa asing di media sosial hanya untuk meningkatkan gengsi.
Dan yang paling menonjol menurut saya adalah kepekaan generasi muda sekarang terhadap masalah -masalah yang terjadi di masyarakat mulai pudar,. ini dapat saya lihat ketika ada aksi demonstrasi dalam menyikapi suatu masalah .
Masa yang turun kejalan hanya beberapa orang saja sedangkan yang lain hanya menjadi penonton bahkan itu di jadikan sebuah lelucon, Bahkan di anggap tidak penting.
Dari contoh seperti ini kita dapat menilai bahwa krisis nasionalisme sudah terjadi.
Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kita harus tetap bertahan dalam kondisi ini ?
Ketika kita terus bertahan dalam situasi seperti ini maka kejahatan dan penindasan akan merajalela.
Maka dari itu saya mengajak para kaum muda untuk keluar dari keterpurukan yang sudah di lakukan, mari kita bangkit untuk satukan tekat dan berkaca pada sejarah untuk membawa indonesia ke arah yang lebih baik.
Jangan takut karena
" ketika kita menghamba pada ketakutan,kita memperpanjang barisan perbudakan"(Wiji thukul).
#jelo jehalu#
Mantap jiwa
BalasHapusMakasi abang
HapusSemangat nara
BalasHapusMakasi dan siap😀
HapusThanks infonya. Oiya ngomongin generasi muda, ternyata miliarder kenamaan Michael Bloomberg punya pesan penting loh agar kaum muda bisa meraih sukses. Apa itu? Yuk cek selengkapnya di sini: Pesan Michael Bloomberg kepada generasi muda jika mau sukses
BalasHapus